STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA | Kumpulan Asuhan Keperawatan

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA

March 2nd, 2012 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12



Risiko Perilaku Kekerasan
 
 
SP Ip
1.        Mengidentifikasi penyebab PK
2.        Mengidentifikasi tanda dan gejala PK
3.        Mengidentifikasi PK yang dilakukan
4.        Mengidentifikasi akibat PK
5.        Mengajarkan cara mengontrol PK
6.        Melatih pasien cara kontrol PK fisik I (nafas dalam).
7.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
 
SP IIp
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien  cara kontrol PK fisik II (memukul bantal / kasur / konversi energi).
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
 
SP IIIp
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien cara kontrol PK secara  verbal (meminta, menolak dan mengungkapkan marah secara baik).
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP IVp
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien cara kontrol PK secara spiritual (berdoa, berwudhu, sholat).
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP Vp
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan  cara kontrol PK dengan minum obat (prinsip 5 benar minum obat).
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
 
SP I k
1.    Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien.
2.    Menjelaskan pengertian PK, tanda dan gejala, serta proses terjadinya PK.
3.    Menjelaskan cara merawat pasien dengan PK.
SP II k
1.    Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan PK.
2.    Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien PK.
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat  (discharge planning).
2.        Menjelaskan  follow up pasien setelah pulang.
Isolasi Sosial
Pasien
SP I p
1.        Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial  pasien
2.        Mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dengan orang lain. 
3.        Mengidentifikasi kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
4.        Melatih pasien berkenalan dengan satu orang.
5.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP II p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien berkenalan dengan dua orang atau lebih.   
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP III p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien berinteraksi dalam kelompok.   
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
 
Keluarga
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala isolasi sosial yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien isolasi sosial
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan isolasi sosial
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien isolasi sosial
SP III
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat  (discharge planning)
2.        Menjelaskan  follow up pasien setelah pulang
Harga Diri Rendah
Pasien
SP I p
1.        Mengidenfikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
2.        Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang masih dapat digunakan  
3.        Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien
4.        Melatih pasien kegiatan yang dipilih sesuai kemampuan
5.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP II p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih kegiatan kedua (atau selanjutnya) yang dipilih sesuai kemampuan
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
Keluarga
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien harga diri rendah
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan harga diri rendah
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien harga diri rendah
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat  (discharge planning)
2.        Menjelaskan  follow up pasien setelah pulang
Pasien
SP I p
1.        Mengidentifikasi  jenis halusinasi pasien
2.        Mengidentifikasi isi halusinasi pasien
3.        Mengidentifikasi waktu halusinasi pasien
4.        Mengidentifikasi frekuensi halusinasi pasien
5.        Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi
6.        Mengidentifikasi  respons pasien terhadap halusinasi
7.        Melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan menghardik
8.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
                                       
SP II p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan  berbincang dengan orang lain
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP III p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih pasien cara kontrol halusinasi dengan  kegiatan (yang biasa dilakukan pasien).
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
 
SP IV p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan cara kontrol halusinasi dengan teratur minum obat (prinsip 5 benar minum obat).
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
Keluarga
SP I k
1.    Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.    Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala halusinasi, dan jenis halusinasi yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.    Menjelaskan cara-cara merawat pasien halusinasi 
SP II k
1.    Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan halusinasi
2.    Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien halusinasi
SP III k
1.    Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat  (discharge planning)
2.    Menjelaskan  follow up pasien setelah pulang
Pasien
SP I p
1.        Menjelaskan pentingnya kebersihan diri
2.        Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri
3.        Melatih pasien cara menjaga kebersihan diri
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP IIp
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan cara makan yang baik
3.        Melatih pasien cara makan yang baik 
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP III p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan cara eliminasi yang baik
3.        Melatih cara eliminasi yang baik.
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP IV p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan cara berdandan
3.        Melatih pasien cara berdandan
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
Keluarga
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala defisit perawatan diri, dan jenis defisit perawatan diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien defisit perawatan diri 
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan defisit perawatan diri
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien defisit perawatan diri
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat  (discharge planning)
2.        Menjelaskan  follow up pasien setelah pulang
Waham
SP I p
1.        Membantu orientasi realita.
2.        Mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi.
3.        Melatih pasien memenuhi kebutuhannya
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP II p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
3.        Melatih kemampuan yang dimiliki
4.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP III p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Menjelaskan penggunaan obat secara benar.
3.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala waham, dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan waham
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien waham
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat
2.        Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga
Resiko Bunuh Diri
SP I p
1.        Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien
2.        Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
3.        Melakukan kontrak treatment
4.        Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
5.        Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri
SP II p
1.        Mengidentifikasi aspek positif pasien
2.        Mendorong pasien untuk berfikir positif terhadap diri
3.        Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga
SP III p
1.        Mengidentifikasi pola koping yang biasa diterapkan pasien
2.        Menilai pola koping yang biasa dilakukan
3.        Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif
4.        Mendorong pasien memilih pola koping yang konstruktif
5.        Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
SP IV p
1.        Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien
2.        Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis
3.        Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis
 
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala risiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien risiko bunuh diri 
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan risiko bunuh diri
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien risko bunuh diri
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat
2.        Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga
Perilaku Kekerasan pada Anak
Risiko Perilaku Kekerasan
SP 1 p
1.        Mendiskusikan penyebab PK anak
2.        Mendiskusikan tanda dan gejala PK anak
3.        Mendiskusikan PK yang biasanya dilakukan oleh anak
4.        Mendiskusikan akibat PK
5.        Melatih anak mencegah PK dengan cara fisik:  nafas dalam
6.        Membimbing memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP 2 p 
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih cara sosial untuk mengekspresikan marah
3.        Memimbing memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP 3 p
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya.
2.        Melatih cara spiritual untuk mencegah PK
3.        Membimbing memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP 4 p*
1.        Memvalidasi masalah dan latihan sebelumnya
2.        Mendiskusikan manfaat obat  
3.        Menjelaskan kerugian jika tidak patuh obat
4.        Menjelaskan 5 benar dalam pemberian obat
5.        Membimbing memasukkan ke jadwal kegiatan harian
SP 1 k
1.        Mengidentifikasi kemampuan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan  peran serta keluarga dalam merawat pasien
3.        Menjelaskan cara merawat anak PK
SP 2 k
1.        Melatih keluarga merawat anak PK
2.        Menjelaskan tentang obat untuk mengatasi PK*
SP 3 k
1.        Menjelaskan sumber rujukan yang tersedia untuk mengatasi anak PK
2.        Mendorong untuk memanfaatkan sumber rujukan yang tersedia
*  Jika pasien mendapatkan obat untuk mengatasi agitasi

 



Depresi pada Anak

Risiko bunuh diri
SP 1
1.        Mengidentifikasi pola pikir negatif
2.        Membantu memodifikasi pikiran negatif
3.        Mencegah perilaku merusak diri
SP 2
1.          Meningkatkan harga diri anak:
a.        Membantu anak mengidentifikasi aspek positif diri
b.        Membantu anak mengembangkan cita-cita dan masa depannya
c.        Membantu anak merencanakan masa depannya
d.        Memberikan reinforcement kemampuan anak
SP 3
1.        Mendiskusikan pentingnya perawatan diri
2.        Mediskusikan cara-cara perawatan diri
3.        Mendiskusikan dan mendorong pelaksanaan perawatan diri
SP 1
1.        Menjelaskan masalah risiko bunuh diri pada anak
2.        Menjelaskan cara mencegah bunuh diri anak
3.        Mendorong keluarga untuk mengawasi anak secara ketat
SP 2
1.        Menjelaskan cara mendukung anak mengubah pola pikir negatif
2.        Menjelaskan cara mencegah bunuh diri anak
3.        Menganjurkan memberikan dukungan pada anak
SP 3
1.        Menjelaskan tahap perkembangan anak
2.        Menjelaskan fasilitasi perkembangan yang bisa dilakukan keluarga
3.        Menjelaskan dan mendorong keluarga mencegah bunuh diri pada anak
4.        Menjelaskan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga

 

Demensia Pada Lansia

Gangguan proses pikir: pikun
SP 1 p
1.        Mengorientasikan waktu, tempat, dan orang di sekitar pasien
2.        Membimbing memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP 2
1.        Melatih pasien dalam perawatan diri
2.        Membimbing memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
SP 1 k
1.        Menjelaskan masalah demensia pada lansia
2.        Menjelaskan cara perawatan lansia demensia
3.        Melatih keluarga merawat lansia dengan demensia
SP 2 k
1.        Mengevaluasi perawatan yang dilakukan oleh keluarga terhadap lansia
2.        Mengidentifikasi kendala yang dihadapi
3.        Mencari solusi cara perawatan yang lebih efektif
4.        Mendorong keluarga menerapkan solusi yang telah ditetapkan
5.        Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau oleh keluarga



Depresi pada Lansia

Resiko Bunuh diri
SP I p
1.        Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien
2.        Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien
3.        Melakukan kontrak treatment
4.        Mengajarkan cara mengendalikan dorongan bunuh diri
5.        Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri
SP II p
1.        Mengidentifikasi aspek positif pasien
2.        Mendorong pasien untuk berfikir positif terhadap diri
3.        Mendorong pasien untuk menghargai diri sebagai individu yang berharga
SP III p
1.        Mengidentifikasi pola koping yang biasa diterapkan pasien
2.        Menilai pola koping yang biasa dilakukan
3.        Mengidentifikasi pola koping yang konstruktif
4.        Mendorong pasien memilih pola koping yang konstruktif
5.        Membimbing memasukkan dalam kegiatan harian
SP IV p
1.        Membuat rencana masa depan yang realistis bersama pasien
2.        Mengidentifikasi cara mencapai rencana masa depan yang realistis
3.        Memberi dorongan pasien melakukan kegiatan dalam rangka meraih masa depan yang realistis
SP I k
1.        Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
2.        Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala risiko bunuh diri, dan jenis perilaku bunuh diri yang dialami pasien beserta proses terjadinya
3.        Menjelaskan cara-cara merawat pasien risiko bunuh diri 
SP II k
1.        Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan risiko bunuh diri
2.        Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien risko bunuh diri
SP III k
1.        Membantu keluarga membuat jadual aktivitas di rumah termasuk minum obat
2.        Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga

Artikel:

ASKEP JIWA DEFISIT PERAWATAN DIRI, SP keperawatan jiwa tentang perilaku kekerasan, nanda sp 1 defisit perawatan diri, lp sp lansia jiwa, lp dan sp resiko perilaku kekerasan, kumpulan materi jiwa tentang strategi pelaksanaan, kep jiwa kumpulan sp keluarga, contoh sp 2 tentang devisit keperawatan diri pada pasien halusinasi, ceklis perawatan diri pasien gangguan jiwa, strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada pasien risiko bunuh diri
 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Online Visitor