Bentuk Sediaan Obat Setengah Padat | Kumpulan Asuhan Keperawatan

Bentuk Sediaan Obat Setengah Padat

November 22nd, 2011 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12

BENTUK SEDIAAN OBAT SETENGAH PADAT
Menurut karakteristik fisik-konsistensi dapat dibagi dalam tiga kelompok:
Cair kental / encer : Linimentum.
Setengah padat : Unguentum, Cream, Pasta.
Lebih bersifat Padat : Sapo Medicatus, Emplastrum.
4.1 Linimentum = obat gosok
Sediaan kental / cair yg dioleskan / digosokkan pada kulit.
Latin, linere; gosokkan yg banyak, kontor iritan  Balsem dll.
Linementum dapat berupa  :
-  Larutan zat berkhasiat dalam lemak.
-  Emulsi dll  ( minyak + Air ditambah bantuan yg lainnya).

Keuntungan Linimentum dibanding Unguentum.
Lebih mudah dicuci dari kulit, sehingga merupakan bentuk sediaan yang baik bila diberikan pada bagian kulit yang berambut dan juga kulit muka dan kulit bayi yang halus.
Penetrasi obat lebih baik dari sediaan Unguentum.
Contoh   :
Ganda pura    isi multi salisilat.
Zink – Olie  = Pasta zinci oleosa
BBE  = Benzylin  Benzoas  Emulsion.
Linimentum Sulfuris
( Belerang + Minyak kelapa )
 20 %  + Follium Coccus  =  dipanaskan.
4.2 Unguentum  =  Salep.
Definisi   : BSO  ½  padat 
Mudah dioleskan tanpa kekerasan / pemanasan.
Bahan obat terdisporsi secara homogen
Ditinjau dari kegunaan dalam terapi, unguentum dapat dikelompokkan menjadi 3  :
1. Ungumentum Epedermis.
Untuk epidermis / kulit bagian luar.
Vetikulum ( pembawa obat ) vesilin atau campuran Hidrokarbon.
2. Unguentum Mukosa
Vetikulum  : vaselin + 10 % – 20 %  adeps lanae  ( lemak bulu domba )
Untuk mukosa (basah) : rectum, hidung, mata, mulut.
Agar > encer bisa ditambah paraffin liquidum atau minyak lain.
3. Unguentum Endodermik
Bekerja > dalam dari permukaan kulit.
Vehikulum  =  Adeps  lanae, lanolin  dll.
Adeps lanae Com hidrucum ( menyerap air ).
Klasifikasi Ointment menurut Jenkin.
A.  Berdasarkan sifat penetrasi pada therapi.
1 Salep Epidermik.
Bekerja pada permukaan kulit.
Bersifat lokal, tak diabsorbsi
Contoh  : Protektan, anti septik ,anti infeksi, parasitida 
2. Salep Endodermik.
Obat berpenetrasi kedalam kulit.
Contoh : emollien (pelemas), stimulans ( perangsang pertumbuhan epitel), proliferan (memperbanyak sel), Iritan lokal (Metil salisilat).
3. Salep Diadermik.
Melepaskan obat melewati kulit.
Bekerja sistemik.
Kesulitan mengatur jumlah obat yg diabsorbsi, saat ini penggunaannya belum luas. Misalnya   =  Velidin jelly  sebagai analgetika, Nitrodize pd iskemia kardia.
B.  Berdasarkan Sifat Farma Sentik
1. Salep berbasis Minyak.
Lemak hewan
Minyak nabati
Hidro karbon
Silikon.
2. Salep berbasis Emulsi
Emulsi O/W  (banyak air ).
Emulsi W/O  (banyak minyak).
3. Salep berbasis Absorbsi
Basis Anhidrosus / basis hidrofilik.
- adepslanae
- hydrophilik pentrolatum
Basis W/O yang berisi sedikit air yang bisa menarik air
4. Salep berbasis larut air
Syarat Vehikulum salep :
Indefferent
Tak berbau
pH netral
Tidak merangsang
Stabil pada penyimpanan
Tidak meninggalkan bercak.
Macam Vehikulum salap:
1. Hidrokarbun
Vaselinum album (Vaselinum putih), Vaselinum flavum (Vaselinum kuning)
Paraffinum liguidum (Paraffinum cair), Paraffinum solidum (Paraffinum padat)
2. Minyak nabati
Oleum : sesami (Minyak wijen), olivarum (Minyak zaitun), amygdalarum (Minyak amandel), arachidis (Minyak kacang), cocos (Minyak kelapa)
3. Mingak hewan
Adeps (minyak bulu) : lanae (domba), suilus (babi) ancenirus (angsa)
Lanolinum
Cera (lilin lebah), flava, alba.
4.3 Cream =  Cremor  =  Krim
Definisi : Salep yang banyak mengandung air, sehingga memberikan perasaan sejuk bila dioleskan pada kulit.
Sebagai vehikulum dapat dipakai emulsi kental berupa:
1. Emulsi W/O
2. Emulsi O/W
Emulgator merupakan bahan pengemulsi, yang paling baik adalah yang bersifat non tonik karena tak bereaksi dengan bahan aktif.
Keuntungan  Cream   :
1. Aplikasi mudah
2. Mendinginkan kulit
3. Mudah dibersihkan.
Kerugian  :
1. Tidak stabil terutama bila kena asam organik ( As salisilat, As Benzonat, Asam tanat ) dan panas.
2. Mudah mengering karena cairan menguap.
Indikasi   Cream  :
1. Imflamasi akut 
2. Dermatosis luas
3. Penetrasi (Emulgator tuwen, span)
4. Daerah berambut (O/W)
5. Kulit kering (W/O).
4.4 PASTA.
Sediaan setengah padat yang mengandung bahan padat : 40 – 50 %
Sifat:
- Tak memberikan rasa “berminyak”
- Sebagai bahan padat : zinci oxydum, calcii carbonas (kapur), amylum (pati), talcum (silikat)
Kelebihan Pasta:
- Mengikat cairan sekret
- Tidak iritasi lokal karena tidak penetrasi
- Lebih melekat pada kulit
- Mempunyai daya abrasif (daya menggosok) untuk pembersih gigi
Kekurangan pasta
- Lebih keras dari pada unguentum sehingga sukar dioleskan dan kadang nyeri.
- Sukar dibersihkan
- Contoh : pasta lassari (anti septik), pasta dentrifrika (penyegar gigi)
Ad (+) s/d
Miss fact = campur & buat
S = Signa = tandailah(tulislah aturan pakai)
us. ext. = use exsternus = 
2 dd = 2 X sehari
R/ neomycin
R/ Pasta lassari ad 20
m. f. pasta
Fue, 2 dd
4.5 Sapo  =  Sabun.
Definisi
Sediaan  ½  padat / cair untuk obat luar yang penggunaannya digosok sampai berbusa, dibiarkan sebentar lalu dicuci bersih.
Didapat dari proses penyabunan alkali dengan lemak atau asam lemak tinggi.
Tujuan 
Anti septik
Anti ketombe
Anti akne
Anti jamur
Keuntungan:
Daerah pengobatannya luas, bersih tak berbekas.
Contoh   :
1. Sapo kalimas, sabun Hijau
Lemak, kuning kehijau-hijauan / kecoklatan
Mengandung Glycerin
Dibuat dari KOH + Minyak Nabati.
2.   Sapo Medicating
Keras kekuning-kuningan tidak mengandung Glicerin.
Dibuat dari Na OH + Minyak / Lemak meningkat.
Sapo Superadiparatus.dibuat dari sapo medicatus + 16 % Sapo kalimas + 4 % adeps lanal.
Sapo Superadipatus sering digunakan sebagai basis bagi bahan berkhasiat
Balsanum peruvianum Sabun Purol
Ichtyol Sabun Ichtyol
Sulfur Precipitatum Sabun Deosulfur
Phenol Sabun Anti septik
Oxymercuri –O- Toluyl Natrium Sabun Afridol.
4.6 Collemplastrum (Plester)
Definisi    :
Sediaan  ½  padat yang penggunaannya sebagai obat luar, dioleskan pada kain yang elastis , diaplikasikan pada kulit yang sakit.
Tujuan  :
Counter Irritant
Keratolitik
Anti septik
Contoh   :
Collemplastum ad clavos : mengandung Acidum Salicylicum konsentrasi tinggi (10-20%)sebagai keratolitik untuk clavus (katimumul).
Collemplastrum Zinci Oxydi : mengandung Zinci Oxydum sebagai antiseptik. Contohnya (Leucoplast).
Collemplastrum yang mengandung MethylSalicylas atau Oleoresin dari Capsicum untuk ditempelkan pada kulit guna mengurangi berbagai penyakit otot secara lokal (myalgia). Contohnya Salonpas.

Artikel:

pengertian unguentum, indikasi sediaan obat padat, keuntungan dan kerugian unguentum, contoh obat unguenta, pdf bentuk sediaan obat semi padat, obat berbentuk unguenta, nama asal adeps suilus, materi sediaan semi padat, manfaat salep sulfur acidum, makalah sediaan jelly, Keuntungan dan kerugian Sediaan pasta, kelebihan linimentum, zinci oxydi unguentum, pdf sediaan setengah padat, unguentum tentang jelly, unguentum cream pasta adalah, sediaan pasta, sediaan balsem, salep berbasis absorpsi, resep obat gosok adeps lanae paraffin, Perbedaan sedian bentuk cream dan sedian bentuk salep, pengertian unguentum pasta, pengertian bentuk obat balsem, kelebihan dan kekurangan sediaan unguenta, kelebihan dan kekurangan sediaan obat padat pdf, contoh sediaan salep epidermis, contoh sediaan pasta, contoh sediaan endodermik, contoh sediaan dari minyak kelapa, contoh pasta dan indikasi, contoh obat yang berbentuk pasta, contoh obat pasta dan indikasi, contoh kumpulan resep unguenta, bso setengah padat untuk epidermis, indikasi pasta lassari, indikasi pasta zinci oxydi, kelebihan dan kekurangan obat bentuk unguenta, kegunaan unguenta linolin, kegunaan sedian semi padat salep, kegunaan paraffin liquidum, kegunaan dari sediaan salep, karakteristik unguentum, karakteristik dari sediaan unguentum, Isi Pasta lassari, indikasi unguentum ichthyol, basis sediaan linimentum
 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Dilihat Terakhir:

Online Visitor