ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. K DENGAN PRE DAN POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI OLIGOHYDRAMNION DI RUANG ANGGREK RSUD BANYUMAS | Kumpulan Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. K DENGAN PRE DAN POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI OLIGOHYDRAMNION DI RUANG ANGGREK RSUD BANYUMAS

March 15th, 2012 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12

 PENGKAJIAN
A.    Data Demografi
Nama Klien                :     Ny. K                      Nama Suami         :     Tn. S
Umur Klien                :     25 tahun                  Umur Suami         :     24 tahun
Jenis Kelamin             :     Wanita                     Alamat                  :     Sidareja I/IV
Status Perkawinan     :     Kawin                      Pekerjaan              :     Wiraswasta
Agama                       :     Islam                        Diagnosa medik   :     Oligohidramnion
Suku                           :     Jawa                        Tgl masuk RS       :     6 Maret 2009
Pendidikan                 :     SLTP                       Tgl pengkajian      :     9 Maret 2009
B.    Keluhan utama saat ini:
C.    Riwayat penyakit dahulu:
Klien tidak ada menderita penyakit sebelumnya.
D.    Riwayat penyakit keluarga:
Tidak ada menderita penyakit dalam keluarga NY. K ataupun dari pihak suami.
Genogram:
E.    Riwayat Ginekologi
Klien tidak ada menderita penyakit menular seksual dan belum pernah mengalami pembedahan ginekologi.
F.     Riwayat Obstetri (menarche, siklus menstruasi, karakteristik menstruasi)
Menarche usia 15 tahun, siklus haid teratur 28 hari dan lama 7 hari.
G1 P0 A0                                                   HPHT                  :     6 Juni 2008
HPL                :    13 Maret 2009              Usia kehamilan    :     39 minggu 3 hari
Keluhan yang muncul selama kehamilan ini:
1.      Trimester I       :     tidak ada.
2.      Trimester II     :     tidak ada.
3.      Trimester III    :     oligohidramnion.
G.    Kebiasaan yang merugikan :
Klien tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol.
H.    Imunisasi:
Klien mendapatkan imunisasi TT  di puskesmas.
I.       Kebutuhan dasar sehari-sehari:
1.      Nutrisi:
Klien makan 3 kali sehari, menu nasi lauk dan sayur serta susu 1 kali sehari. Tidak ada keluhan mual dan muntah. Tidak ada riwayat alergi makanan. Minum lebih kurang 1500 cc/hari.
2.      Eliminasi
Klien BAK 5-7 kali sehari, warna urine jernih lebih kurang 1500 cc/ hari. Tidak ada keluhan saat berkemih. BAB 2 kali sehari dengan konsistensi lunak, tidak ada keluhan konstipasi.
3.      Aktivitas dan latihan
Aktivitas selama hamil tidak ada perubahan, klien tetap menjalankan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Tidak ada keluhan sesak atau pusing saat beraktifitas.
4.      Istirahat dan tidur
Tidak ada gangguan dalam pola tidur. Malam hari tidur 7 jam dan siang 1 jam.
5.      Seksualitas
Klien melakukan aktifitas seksual 1 kali dalam seminggu. Tidak ada keluahan dalam aktifitas seksual.
6.      Persepsi dan kognitif
Status mental             :     Kesadaran komposmentis
Pendengaran              :     baik, dapat mendengar dengan baik.
Perabaan                    :     baik, tidak ada keluhan sensasi perabaan.
Berbicara                   :     bicara jelas dan bisa dipahami.
Kejang                       :     tidak ada kejang selama kehamilan.
Penciuman                 :     baik, tidak ada keluhan             
Nyeri                          :     tidak ada nyeri.
Kognitif                     :     klien kadang-kadang terlihat merenung dan gugup.
J.      Persepsi diri dan konsep diri
1.      Motivasi terhadap kehamilan                 :     klien dan suami menyatakan kehamilan yang pertama ini sangat diharapkan.
2.      Efek kehamilan terhadap body image   :     tidak ada masalah bagi klien terhadap perubahan bentuk tubuh.
3.      Orang paling dekat                                :     suami dan ibu klien.
4.      Tujuan dari kehamilan                            :     untuk melanjutkan keturunan.
Klien belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
L.     Pemeriksaan Fisik
1.      Kaji vital sign
Tekanan darah     :      100/70 mmHg        Nadi           :       88 x/menit
Temperatur           :      36,7 oC                   RR             :       20 x/mnt
BB                       :      50 kg                      TB              :       150 cm
2.    Kulit, rambut dan kuku
Inspeksi kulit terdapat linea nigra, tidak ada pucat di daerah akral. Kebersihan rambut baik dan kuku pendek bersih.
3.    Pemeriksaan head to toe :
a.       Kepala dan leher
1)      Skelera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat, tidak ada edema palpebra. Klien tidak menggunakan kacamata.
2)      Tidak ada pembesaran limphe node anterior dan posterior dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
b.     Telinga bersih, membran timpani utuh.
c.     Mulut, tenggorokan dan hidung
Mukosa mulut lembab, gigi lengkap, tidak ada keluhan. Faring tidak hiperemis, tidak ada pembesaran tonsil. Mukosa hidung lembab dan tidak ada epistaksis.
d.    Thoraks dan paru-paru 
Dada simetris, tidak ada retraksi dinding dada, palpasi dalam batas normal. Suara paru vesikular, tidak ada bunyi tambahan weezhing atau ronchi.
e.     Payudara
Payudara membesar, hiperpigmentasi pada areola mammae. Putting susu menonjol keluar. Teraba lunak dan tidak ada teraba benjolan.
f.      Jantung 
Pulsasi ictus cordis tidak terlihat, teraba dalam batas normal. Pada perkusi tidak ada pembesaran jantung. Terdengar bunyi jantung I dan II.
g.     Abdomen
Inspeksi terdapat linea nigra.
Leopold I      :     teraba bokong di fundus.
Leopold II    :     bagian kanan teraba punggung, di kiri teraba bagian kecil.
Leopold III   :     teraba kepala.
Leopold IV   :     divergent
TFU              :     31 cm                          
DJJ                :     140 x/menit, frekuensi teratur (12-12-12).
Tafsiran berat janin 3100 gram.
h.      Genetalia
Distribusi rambut merata, tidak ada bekas luka.
i.        Anus dan rectum
Tidak ada hemoroid, tidak ada lesi.
j.       Vaskularisasi perifer
Wajah tidak pucat, ekstremitas tidak pucat, pengisian kapiler 2-3 detik, tidak ada edema.
k.      Perkusi refleks tendo
Normal,  refleks +1 tidak ada klonus
l.        Neurologik
Tidak ada keluhan pusing.
M.  Pemeriksaan Diagnostik
1.      USG
Hamil, janin hidup, presentasi kepala. DJJ positif dan baik. Oligohydramnion. Plasenta di corpus posterior. Umur kehamilan 38 minggu.
2.      Laboratorium
WBC                    :      13,56      10^3/ul
RBC                     :      3,73        10^3/ul
Hb                        :      10,8        g/dl
Hct                       :      33,3        %
Gol. Darah           :      B
CT/BT                  :      5/2          detik
Neutrofil              :      10,17      10^3/ul
Limfosit               :      2,2          10^3/ul
Monosit                :      1,10        10^3/ul
Eosinofil              :      0,07        10^3/ul
Basofil                 :      0,02        10^3/ul
N.    Tindakan Medik
Akan dilakukan sectio caesarea tanggal 10 Maret 2009.
ANALISA DATA
Tanggal/Jam
Data Senjang
Masalah
Penyebab
9/3/2009
 11.00
DS:
Klien mengatakan cemas dengan rencana tindakan SC yang akan dilakukan.
DO:
Klien kadang-kadang terlihat merenung dan gugup.
Cemas
Situasi krisis (tindakan pembedahan)
10/3/2009
19.15
DS:
Klien mengatakan nyeri di area insisi operasi dengan skala 5-6.
DO:
Wajah pucat.
TD: 110/70 mmHg
Nadi: 98 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 37,2 °C
Nyeri akut
Agen cidera fisik (insisi pembedahan)
12/3/2009
14.00
DS:
Klien mengatakan takut menggendong/merawat bayinya serta belum tahu cara  menyusui
DO: -
Kurang pengetahuan: menyusui.
Keterbatasan paparan.
13/3/2009
08.30
DS: -
DO: -
Pertahanan primer tak adekuat (kulit tak utuh, lochea post partum).
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal/Jam
9/3/2009
11.00
Cemas berhubungan dengan situasi krisis (tindakan pembedahan).
10/3/2009
19.15
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik (insisi pembedahan).
12/3/2009
14.00
Kurang pengetahuan: menyusui berhubungan dengan keterbatasan paparan.
13/3/2009
08.30
Risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat (kulit tak utuh, lochea post partum).


RENCANA TINDAKAN
Tanggal/Jam
Diagnosa Keperawatan
Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
9/3/2009
11.30
Cemas berhubungan dengan situasi krisis (tindakan pembedahan)
DS:
Klien mengatakan cemas dengan rencana tindakan SC yang akan dilakukan.
DO:
Klien kadang-kadang terlihat merenung dan gugup.
Kontrol kecemasan:
a.      Monitor intensitas kecemasan (2).
b.     Menggunakan strategi koping efektif (5).
c.      Menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi cemas (5).
Reduksi kecemasan:
a.       Gunakan calm teknik untuk menenangkan klien.
b.      Jelaskan semua prosedur.
c.       Berikan informasi faktual meliputi diagnosis, tindakan dan prognosis.
d.      Libatkan keluarga untuk tetap bersama klien.
e.       Instruksikan klien untuk menggunakan teknik relaksasi.
f.       Identifikasi perubahan level kecemasan.
g.      Observasi tanda verbal dan non verbal kecemasan.
RENCANA TINDAKAN
Tanggal/Jam
Diagnosa Keperawatan
Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
10/3/2009
19.30
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik (insisi pembedahan).
DS:
Klien mengatakan nyeri di area insisi operasi dengan skala 5-6.
DO:
Wajah pucat.
TD: 110/70 mmHg
Nadi: 98 x/menit
RR: 20 x/menit
Suhu: 37,2 °C
Kontrol nyeri:
a.      Menggunakan teknik non-analgesik untuk mengurangi nyeri (5).
b.     Menggunakan analgetik yang sesuai (2).
c.      Laporan nyeri (2).
Manajemen nyeri:
a.       Kaji secara komprehensif nyeri, meliputi lokasi, karakteristik, durasi, kualitas.
b.      Observasi respon nonverbal terhadap nyeri terutama jika tidak bisa komunikasi efektif.
c.       Bantu klien dan libatkan keluarga dalam pemberian dukungan.
d.      Berikan informasi tentang nyeri, berapa lama, dan antisipasi untuk kenyamanan.
e.       Ajarkan teknik non-parmakologik: relaksasi, masase sebelum atau selama nyeri.
f.       Jelaskan tentang teknik farmakologi yang diberikan untuk mengurangi nyeri.
RENCANA TINDAKAN
Tanggal/Jam
Diagnosa Keperawatan
Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
12/3/2009
14.00
Kurang pengetahuan: menyusui berhubungan dengan keterbatasan paparan.
DS:
Klien mengatakan takut menggendong/merawat bayinya serta belum tahu cara  menyusui
DO: -
Pengetahuan: menyusui:
a.      Menjelaskan teknik menyusui  yang tepat (5).
Keteraturan menyusui: ibu:
a.      Posisi yaang nyaman selama menyusui (5).
b.     Dukungan keluarga (5).
Breastfeeding assistance:
a.       Diskusikan dengan orang tua lamanya waktu penyusuan.
b.      Bantu orang tua mengidentifikasi isyarat praktis menyusui.
c.       Ajarkan ibu posisi menyusui yang tepat.
d.      Ajarkan ibu teknik pengisapan bayi yang benar.
e.       Monitor integritas kulit puting susu.
f.       Identifikasi dukungan terhadap ibu.

RENCANA TINDAKAN
Tanggal/Jam
Diagnosa Keperawatan
Nursing Outcome Classification
Nursing Interventions Classification
13/3/2009
08.30
Risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat (kulit tak utuh, lochea post partum).
Pengetahuan: kontrol infeksi:
a.      Menjelaskan cara-cara transmisi (4).
b.     Menjelaskan teknik pengurangan transmisi (5).
Kontrol risiko:
a.      Seleksi strategi kontrol risiko (5).
Kontrol infeksi:
a.       Jelaskan kepada klien dan keluarga bagaimana infeksi bisa terjadi.
b.      Anjurkan klien intake nutrisi yang sesuai.
c.       Administrasi antibiotik profilaksis.
Perawatan luka:
a.       Ganti perband.
b.      Monitor karakteristik luka.
c.       Lakukan dressing dengan teknik steril.
d.      Ajarkan klien dan keluarga prosedur perawatan luka dan mengenal tanda-tanda infeksi.
Perineal care:
a.       Bantu perawatan perineal.
b.      Bersihkan perineum secara reguler.
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal/Jam
No. DK
Implementasi
9/3/2009
11.30
11.30
11.45
12.45
13.30
1
Memantau tingkat kecemasan klien.
Klien menyatakan sedikit cemas dengan tindakan pembedahan yang akan dilakukan besok.
Mendengarkan keluhan klien.
Menjelaskan semua prosedur tindakan yang akan dijalani serta memberikan informasi faktual meliputi diagnosis, tindakan dan prognosis.
Mengajarkan klien teknik relaksasi: teknik pernapasan dan pengalihan perhatian dengan melibatkan keluarga untuk tetap bersama klien.
Melakukan pengukuran tanda vital.
Tekanan Darah: 110/70 mmHg        Pernapasan: 20x/menit
Frekuensi si kue /70 mmHga vital.Nadi: 84 x/menit              Suhu: 36,7 °C
Memantau tingkat kecemasan klien dan memperhatikan respon non verbal klien.
Jam 13.30
S:
Klien menyatakan cemasnya berkurang.
O:
Wajah klien tampak rileks.
Mampu menggunakan teknik relaksasi.
A:
Masalah cemas berkurang
P:
Masalah cemas teratasi, lanjutkan intervensi penguatan koping klien.
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal/Jam
Catatan Keperawatan
Evaluasi
19.00
Melakukan pengkajian post operasi:
a.       Keluhan utama saat ini: Nyeri pada luka operasi.
b.      Riwayat persalinan saat ini:
Kelahiran melalui SC elektif SBR dengan regional anestesi, dilakukan jam 10.00 wib pagi. Tidak ada masalah selama tindakan. Bayi lahir perempuan 3200 gram dengan PB 51 cm.
c.       Keadaan Psikologis Ibu:
Klien bahagia dengan kelahiran anaknya, namun klien mengatakan belum bisa dan mengetahui cara  menyusui atau takut menggendong bayinya.
d.      Pemeriksaan fisik:
Kesadaran compos mentis.
Wajah agak pucat, konjungtiva tidak pucat, skelera tidak icterik.
Suara paru vesikular, BJ I dan II.
Payudara lunak tidak ada massa, asi keluar.
Abdomen terdapat luka sayatan di bawah umbilikal masih nyeri, skala sedang 5-6. Bunyi usus (+), involusi uterus/RDA (+). Lochea merah dan homans (-).
TD: 110/70 mmHg, nadi: 98 x/menit, RR: 20 x/menit, Suhu 37,2 °C.
e.       ADL;
Klien boleh makan/minum dibantu keluarga, saat ini diiet bubur.
Menggunakan DC. Saat ini aktivitas klien miring kiri dan kanan.
f.       Pemeriksaan Hb ulang: 9,8 g/dl
g.      Terapi:
Infus RL 20 gtt/menit.
Katorolak 3 x 1 amp/iv
Cefotaksin 3 x 1gr/iv
Vit. C 3 x 1 amp/iv

CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal/Jam
No. DK
Implementasi
Evaluasi
10/3/2009
19.30
20.00
21.00
05.30
2
Mengkaji nyeri: nyeri luka operasi skala sedang 5-6.
Respon nonverbal: wajah pucat, meringis dan nadi 98 x/menit.
Melibatkan keluarga dalam pemberian dukungan dengan menganjurkan keluarga untuk mengalihkan perhatian dari nyeri.
Ajarkan teknik non-parmakologik: relaksasi, masase sebelum atau selama nyeri.
Memberikan injeksi katorolak 1 amp/iv.
Mengkaji nyeri klien:
Nyeri berkurang, skala 3-4. Klien tampak rileks.
TD: 100/70 mmHg.
Nadi: 80 x/menit.
Respirasi rate 20 x/menit.
Suhu: 36,7 °C.
Jam 06.00
S:
Klien menyatakan nyeri berkurang.
O:
Wajah klien tampak rileks.
Tanda vital dalam batas normal, nadi 98 x/menit, rr 20 x/menit.
A:
Nyeri akut teratasi sebagian.
P:
Lanjutkan intervensi penggunaan teknik non-farmakologik (distraksi dan relaksasi).
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal/Jam
No. DK
Implementasi
Evaluasi
12/3/2009
14.30
18.30
2
Mengkaji nyeri:
Nyeri berkurang, skala 2-3. Klien mampu menggunakan teknik relaksasi.
Memberikan asam mefenamat 1 tablet (500 mg).
Mengukur tanda vital:
TD: 100/70 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20 x/menit, Suhu 36,7 °C.
18.30
S:
Klien mengatakan nyeri sudah berkurang, skala 2-3.
O:
Ekspresi wajah rileks.
Tanda vital dalam batas normal, nadi 80 x/menit.
A:
Nyeri akut teratasi.
12/3/2009
14.30
20.00
3
Mengkaji pengetahuan ibu tetang teknik laktasi.
Mengajarkan ibu posisi menyusui yang tepat serta teknik menyusui yang benar.
Mendiskusikan dengan klien serta suami  lamanya waktu penyusuan.
Menganjurkan kepada keluarga untuk memberikan dukungan kepada klien selama masa menyusui.
Jam 20.30
S:
Klien menyatakan sudah berani mencoba menyusui bayinya, tapi terasa nyeri saat bayi menyusu.
Klien mengatkan ASI belum banyak.
O:
Klien menyusui bayinya setiap 2 jam.
A:
Kurang pengetahuan menyusui teratasi sebagian.
P:
Lanjutkan intervensi dukungan keluarga.
13/3/2009
09.00
09.15
4
Mengkaji kondisi luka:
Luka kering, tidak ada tanda peradangan.
Melakukan perawatan luka dengan teknik steril dan menggunakan air steril (NaCl 0,9%).
Menyarankan klien untuk menjaga balutan tetap kering dan tetap mengkonsumsi makanan tinggi protein di rumah.
Mengkaji keadaan lochea:
Merah dan tidak berbau.
Melakukan vulva hygiene.
Menjelaskan tujuan dan mengajarkan serta menyarankan kepada klien untuk membersihkan daerah vulva dengan air matang di rumah.
Jam 10.00
S:
Klien mengatakan memahami cara perawatan perineal.
Klien mengetahui cara transmisi terjadinya infeksi.
O:
Luka kering, dan lochea tidak berbau serta tidak ada tanda peradangan.
A:
Infeksi tidak terjadi.
P:
Klien boleh pulang, dan dianjurkan untuk kontrol ke pelayanan kesehatan.
13/3/2009
09.30
3
Mengkaji ulang pengetahuan klien tentang menyusui:
Klien sudah mampu menyusui bayi.
Menganjurkan klien tetap menyusui bayi di rumah sesuai dengan teknik yang telah diajarkan sebelumnya.
Jam 12.30
S:
Klien mengatakan sudah bisa menyusui sesuai dengan teknik yang diajarkan.
O:
Suami klien ikut terlibat saat klien menyusukan bayinya.
A:
Masalah kurang pengetahuan teratasi
P:
Intervensi dihentikan.

Artikel:

askep post sc dengan oligohidramnion, contoh kasus pasien sc post date, askep post sc oligohidramnion, askep post sc, askep post sc dengan indikasi oligohidramnion, LP post SC dgn Oligohidramnion, contoh resume pd pasien pre, askep pre dan post sc dengan kpd, asuhan kebidanan post sesar secaria, LP SC atas indikasi oligohidramnion, askep oligohedromnion, sc askep cs atas indikasi post date, analisa data diagnosa cemas pre op sc, sectio caesarea atas indikasi oligohidramnion, kumpulan lp diruang nifas, soap pada ibu post partum dengan oligohidramnion, kti sc atas indikasi peb, kti post sc indikasi peb, oligohidramnion post sc, KTI post op sectio caesarea atas indikasi PEB, konsep askep sc dengan indikasi peb, keluhan utama pada pre op sectio cesarea, diagnosa primer pada pre op sc, contoh resume pre operasi sc dengan kasus cpd, laporan pendahuluan dan asuhan kebidanan pada ibu post sc atas indikasi oligohidramnion, laporan pendahuluan pada ibu post partum atas indikasi oligohidramnion, laporan pendahuluan post sc indikasi eklamsi, pathway pre sc, PATHWAY SC INDIKASI PREEKLAMSI, post SC dengan indikasi oligohidramnion, LP post SC Oligohidramnion, post sc oligohidramnion, resum pre SC KPD, lp ibu postpartum dengan oligohidramnion, lp dan lk pre sectio caesarea, LEFLET post dan pre oprasi sesar dalam kebidana, laporan pendahuluan sc dgn indikasi peb, tinjauan kasus askep post sectio caesarea pada perawatan icu, contoh resume keperawatan sc pre operasi, askep post sc dengan indikasi preeklampsia, askep post sc dengan indikasi peb, askep post op SC dengan indikasi Oligo, askep oligohydromion, askep maternitas post sc indikasi Preeklamsi berat, ASKEP ibu post partum SC indikasi KPD, askep ibu post partum dengan oligohidramnion, askep diruang ICU pada sc dengan indikasi PEB, Askeb post SC dengan indikasi oligo hidramnion, askeb oligohidramnion pada indikasi SC, askeb aph, apakah oligohidramnion indikasi sc, askep pre sc nic noc, askep pre sc ny, askep preeklampsia berat post sc, contoh resume kep pada diagnosa SC, contoh resum askep di rumah sakit pasien post sc, contoh asuhan keperawatan sc indikasi cpd, contoh askep pre operasi dengan kpd, contoh askep pos sc dengan kpd, contoh askep maternitas post sc dengan kpd, asuhan kebidanan pre op sesar, asuhan kebidanan post sc dengan oligohamniom, asuhan kebidanan ibu post SC dengan oligohidramnion, askep tentang oligohidramnion, askep SC dengan oligo, askep sc dengan indikasi APH, analisa data askep sc pre post intra
 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Dilihat Terakhir:

Online Visitor