ASUHAN KEPERAWATAN HEPATOMA | Kumpulan Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN HEPATOMA

December 16th, 2011 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12


Tumor ganas primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lainnya.
Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati. Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan.
   1. Virus Hepatitis B dan Virus Hepatitis C
   2. Bahan-bahan Hepatokarsinogenik :
  1. Aflatoksin
  2. Alkohol
  3. Penggunaan steroid Anabolic
  4. Penggunaan androgen yang berlebihan
  5. Bahan kontrasepsi / oral
  6. Penimbunan zat besi yang berlebihan dalam hati (Hemochromatosis)
Patofisiologi
   1. yang disebabkan oleh alkoholik dan postnekrotik.
   2. Pedoman diagnostik yang paling penting adalah terjadinya kerusakan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Pada penderita sirosis hati yang disertai pembesaran hati mendadak.
   3. Tumor hati yang paling sering adalah metastase tumor ganas dari tempat lain. Matastase ke hati dapat terdeteksi pada lebih dari 50 % kematian akibat kanker. Hal ini benar, khususnya untuk keganasan pada saluran pencernaan, tetapi banyak tumor lain juga memperlihatkan kecenderungan untuk bermestatase ke hati, misalnya kanker payudara, paru-paru, uterus, dan pankreas.
   4. Diagnosa sulit ditentukan, sebab tumor biasanya tidak diketahui sampai penyebaran tumor yang luas, sehingga tidak dapat dilakukan reseksi lokal lagi.
Biasanya gejala awal hepatoma adalah nyeri perut, penurunan berat badan dan terdapatnya suatu masssa yang besar, yang dapat dirasakan/diraba di perut kanan bagian atas.
Penderita yang sebelumnya menderita sirosis menahun, akan tampak sangat sakit. Pada umumnya terdapat demam. Kadang gejala awalnya berupa nyeri perut akut dan syok, yang disebabkan olehpecahnya tumor atau perdarahan pada tumor
Pengobatan tergantung dari saat diagnosa ditegakkan.
   1. Fase dini : Dimana pembedahan adalah pilihan utama yaitu reseksi segmen atau lobus hati
   2. Pemberian kemoterapi secara infus
   3. Penyinaran .
Pengkajian (Gejala Klinik)
Fase dini : Asimtomatik.
Fase lanjut :Tidak dikenal simtom yang patognomonik.
Keluhan berupa nyeri abdomen, kelemahan dan penurunan berat badan, anoreksia, rasa penuh setelah makan terkadang disertai muntah dan mual. Bila ada metastasis ke tulang penderita mengeluh nyeri tulang. Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan
   1. Ascites
   2. Ikterus
   3. Hipoalbuminemia
   4. Splenomegali, Spider nevi, Eritoma palmaris, Edema.
Secara umum pengkajian Keperawatan pada klien dengan kasus kanker hati, meliputi:
   2. Perdarahan
   3. Asites
   4. Edema
   5. Hipoproteinemia
   6. Jaundice/icterus
   8. Aktivitas terganggu akibat pengobatan
Tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia, mual, gangguan absorbsi, metabolisme vitamin di hati.
   1. Pantau masukan makanan setiap hari, beri pasein buku harian tentang makanan sesuai indikasi
   2. Dorong pasien utk makan deit tinggi kalori kaya protein dg masukan cairan adekuat. Dorong penggunaan suplemen dan makanan sering / lebih sedikit yg dibagi bagi selama sehari.
   3. Berikan antiemetik pada jadwal reguler sebelum / selama dan setelah pemberian agent antineoplastik yang sesuai
Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites )
Intervensi :
   1. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi , frekwensi, durasi dan intensitas ( 0-10 ) dan tindakan penghilang rasa nyeri misalkan berikan posisi yang duduk tengkurap dengan dialas bantal pada daerah antara perut dan dada.
   2. Berikan tindakan kenyamanan dasar misalnya reposisi, gosok punggung.
   3. kaji tingkat nyeri / kontrol nilai
   4. Intoleransi aktivitas b.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan
Intoleransi aktivitas b.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan
Intervensi :
   1. dorong pasein untuk melakukan apa saja bila mungkin, misalnya mandi, bangun dari kursi/ tempat tidur, berjalan. Tingkatkan aktivitas sesuai kemampuan.
   2. pantau respon fisiologi terhadap aktivitas misalnya; perubahan pada TD/ frekuensi jantung / pernapasan.
   3. beri oksigen sesuai indikasi
Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus, edema dan asites
Intervensi :
   1. Kaji kulit terhadap efek samping terapi kanker. Perhatikan kerusakan atau perlambatan penyembuhan .
   2. Mandikan dengan air hangat dan sabun
   3. Dorong pasien untuk menghindari menggaruk dan menepuk kulit yang kering dari pada menggaruk.
   4. Balikkan / ubah posisi dengan sering
   5. Anjurkan pasein untuk menghindari krim kulit apapun ,salep dan bedak kecuali seijin dokter.

                                         Bisnis Online Klik Disini 
                                www.perfectbisnis.com

 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Online Visitor