Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik | Kumpulan Asuhan Keperawatan

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik

February 2nd, 2012 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12

ASUHAN KEPERAWATAN

CKD ( CHRONIC KIDNEY DISEASE )

A. PENGERTIAN

Gagal ginjal kronik (GGK) biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara bertahap (Doenges, 1999; 626)

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448)

Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat,biasanya berlangsung beberapa tahun. (Price, 1992; 812)

Sesuai dengan topik yang saya tulis didepan cronic kidney disease ( CKD ),pada dasarnya pengelolaan tidak jauh beda dengan cronoic renal failure ( CRF ), namun pada terminologi akhir CKD lebih baik dalam rangka untuk membatasi kelainan klien pada kasus secara dini, kerena dengan CKD dibagi 5 grade, dengan harapan klien datang/merasa masih dalam stage – stage awal yaitu 1 dan 2. secara konsep CKD, untuk menentukan derajat ( stage ) menggunakan terminology CCT ( clearance creatinin test ) dengan rumus stage 1 sampai stage 5. sedangkan CRF ( cronic renal failure ) hanya 3 stage. Secara umum ditentukan klien datang dengan derajat 2 dan 3 atau datang dengan terminal stage bila menggunakan istilah CRF.

 

B. ETIOLOGI

Infeksi misalnya pielonefritis kronik, glomerulonefritis

• Penyakit vaskuler hipertensif misalnya nefrosklerosis benigna, nefrosklerosis maligna, stenosis arteria renalis

• Gangguan jaringan penyambung misalnya lupus eritematosus sistemik, poliarteritis nodosa,sklerosis sistemik progresif

• Gangguan kongenital dan herediter misalnya penyakit ginjal polikistik,asidosis tubulus ginjal

• Penyakit metabolik misalnya DM,gout,hiperparatiroidisme,amiloidosis

• Nefropati toksik misalnya penyalahgunaan analgesik,nefropati timbal

• Nefropati obstruktif misalnya saluran kemih bagian atas: kalkuli neoplasma, fibrosis netroperitoneal. Saluran kemih bagian bawah: hipertropi prostat, striktur uretra, anomali kongenital pada leher kandung kemih dan uretra.

Batu saluran kencing yang menyebabkan hidrolityasis

 

C. PATOFISIOLOGI

Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Nefron-nefron yang utuh hipertrofi dan memproduksi volume filtrasi yang meningkat disertai reabsorpsi walaupun dalam keadaan penurunan GFR / daya saring. Metode adaptif ini memungkinkan ginjal untuk berfungsi sampai ¾ dari nefron–nefron rusak. Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis osmotik disertai poliuri dan haus. Selanjutnya karena jumlah nefron yang rusak bertambah banyak oliguri timbul disertai retensi produk sisa. Titik dimana timbulnya gejala-gejala pada pasien menjadi lebih jelas dan muncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila kira-kira fungsi ginjal telah hilang 80% – 90%. Pada tingkat ini fungsi renal yang demikian nilai kreatinin clearance turun sampai 15 ml/menit atau lebih rendah itu. ( Barbara C Long, 1996, 368)

Fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein (yang normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah maka gejala akan semakin berat. Banyak gejala uremia membaik setelah dialisis. (Brunner & Suddarth, 2001 : 1448).

Klasifikasi

Gagal ginjal kronik dibagi 3 stadium :

- Stadium 1 : penurunan cadangan ginjal, pada stadium kadar kreatinin serum normal dan penderita asimptomatik.

- Stadium 2 : insufisiensi ginjal, dimana lebihb dari 75 % jaringan telah rusak, Blood Urea Nitrogen ( BUN ) meningkat, dan kreatinin serum meningkat.

- Stadium 3 : gagal ginjal stadium akhir atau uremia.

K/DOQI merekomendasikan pembagian CKD berdasarkan stadium dari tingkat penurunan LFG :

- Stadium 1 : kelainan ginjal yang ditandai dengan albuminaria persisten dan LFG yang masih normal ( > 90 ml / menit / 1,73 m2

- Stadium 2 : Kelainan ginjal dengan albuminaria persisten dan LFG antara 60-89 mL/menit/1,73 m2

- Stadium 3 : kelainan ginjal dengan LFG antara 30-59 mL/menit/1,73m2

- Stadium 4 : kelainan ginjal dengan LFG antara 15-29mL/menit/1,73m2

- Stadium5 : kelainan ginjal dengan LFG < 15mL/menit/1,73m2 atau gagal ginjal terminal.

Untuk menilai GFR ( Glomelular Filtration Rate ) / CCT ( Clearance Creatinin Test ) dapat digunakan dengan rumus :

Clearance creatinin ( ml/ menit ) = ( 140-umur ) x berat badan ( kg )

72 x creatini serum

Pada wanita hasil tersebut dikalikan dengan 0,85

 

 

 

 

MANIFESTASI KLINIS

1. Manifestasi klinik antara lain (Long, 1996 : 369):

a. Gejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan mental, berat badan berkurang, mudah tersinggung, depresi

b. Gejala yang lebih lanjut : anoreksia, mual disertai muntah, nafas dangkal atau sesak nafas baik waktui ada kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah.

2. Manifestasi klinik menurut (Smeltzer, 2001 : 1449) antara lain : hipertensi, (akibat retensi cairan dan natrium dari aktivitas sisyem renin – angiotensin – aldosteron), gagal jantung kongestif dan udem pulmoner (akibat cairan berlebihan) dan perikarditis (akibat iriotasi pada lapisan perikardial oleh toksik, pruritis, anoreksia, mual, muntah, dan cegukan, kedutan otot, kejang, perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu berkonsentrasi).

3. Manifestasi klinik menurut Suyono (2001) adalah sebagai berikut:

a. Gangguan kardiovaskuler

Hipertensi, nyeri dada, dan sesak nafas akibat perikarditis, effusi perikardiac dan gagal jantung akibat penimbunan cairan, gangguan irama jantung dan edema.

b. Gannguan Pulmoner

Nafas dangkal, kussmaul, batuk dengan sputum kental dan riak, suara krekels.

c. Gangguan gastrointestinal

Anoreksia, nausea, dan fomitus yang berhubungan dengan metabolisme protein dalam usus, perdarahan pada saluran gastrointestinal, ulserasi dan perdarahan mulut, nafas bau ammonia.

d. Gangguan muskuloskeletal

Resiles leg sindrom ( pegal pada kakinya sehingga selalu digerakan ), burning feet syndrom ( rasa kesemutan dan terbakar, terutama ditelapak kaki ), tremor, miopati ( kelemahan dan hipertropi otot – otot ekstremitas.

e. Gangguan Integumen

kulit berwarna pucat akibat anemia dan kekuning – kuningan akibat penimbunan urokrom, gatal – gatal akibat toksik, kuku tipis dan rapuh.

f. Gangguan endokrim

Gangguan seksual : libido fertilitas dan ereksi menurun, gangguan menstruasi dan aminore. Gangguan metabolic glukosa, gangguan metabolic lemak dan vitamin D.

g. Gangguan cairan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa

biasanya retensi garam dan air tetapi dapat juga terjadi kehilangan natrium dan dehidrasi, asidosis, hiperkalemia, hipomagnesemia, hipokalsemia.

h. System hematologi

anemia yang disebabkan karena berkurangnya produksi eritopoetin, sehingga rangsangan eritopoesis pada sum – sum tulang berkurang, hemolisis akibat berkurangnya masa hidup eritrosit dalam suasana uremia toksik, dapat juga terjadi gangguan fungsi trombosis dan trombositopeni.

 

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Didalam memberikan pelayanan keperawatan terutama intervensi maka perlu pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan baik secara medis ataupun kolaborasi antara lain :

1.Pemeriksaan lab.darah

- hematologi

Hb, Ht, Eritrosit, Lekosit, Trombosit

- RFT ( renal fungsi test )

ureum dan kreatinin

- LFT (liver fungsi test )

- Elektrolit

Klorida, kalium, kalsium

- koagulasi studi

PTT, PTTK

- BGA

2. Urine

- urine rutin

- urin khusus : benda keton, analisa kristal batu

3. pemeriksaan kardiovaskuler

- ECG

- ECO

4. Radidiagnostik

- USG abdominal

- CT scan abdominal

- BNO/IVP, FPA

- Renogram

- RPG ( retio pielografi )

 

E. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN

Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan CKD dibagi tiga yaitu :

a) Konservatif

- Dilakukan pemeriksaan lab.darah dan urin

- Observasi balance cairan

- Observasi adanya odema

- Batasi cairan yang masuk

b) Dialysis

- peritoneal dialysis

biasanya dilakukan pada kasus – kasus emergency.

Sedangkan dialysis yang bisa dilakukan dimana saja yang tidak bersifat akut adalah CAPD ( Continues Ambulatori Peritonial Dialysis )

- Hemodialisis

Yaitu dialisis yang dilakukan melalui tindakan infasif di vena dengan menggunakan mesin. Pada awalnya hemodiliasis dilakukan melalui daerah femoralis namun untuk mempermudah maka dilakukan :

- AV fistule : menggabungkan vena dan arteri

- Double lumen : langsung pada daerah jantung ( vaskularisasi ke jantung )

c) Operasi

- Pengambilan batu

- transplantasi ginjal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Menurut Doenges (1999) dan Lynda Juall (2000), diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien CKD adalah:

1. Penurunan curah jantung

2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

3. Perubahan nutrisi

4. Perubahan pola nafas

5. Gangguan perfusi jaringan

6. Intoleransi aktivitas

7. kurang pengetahuan tentang tindakan medis

8. resti terjadinya infeksi

 

J. INTERVENSI

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat

Tujuan:

Penurunan curah jantung tidak terjadi dengan kriteria hasil :

mempertahankan curah jantung dengan bukti tekanan darah dan frekuensi jantung dalam batas normal, nadi perifer kuat dan sama dengan waktu pengisian kapiler

Intervensi:

a. Auskultasi bunyi jantung dan paru

R: Adanya takikardia frekuensi jantung tidak teratur

b. Kaji adanya hipertensi

R: Hipertensi dapat terjadi karena gangguan pada sistem aldosteron-renin-angiotensin (disebabkan oleh disfungsi ginjal)

c. Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikanlokasi, rediasi, beratnya (skala 0-10)

R: HT dan GGK dapat menyebabkan nyeri

d. Kaji tingkat aktivitas, respon terhadap aktivitas

R: Kelelahan dapat menyertai GGK juga anemia

2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan edema sekunder : volume cairan tidak seimbang oleh karena retensi Na dan H2O)

Tujuan: Mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan dengan kriteria hasil: tidak ada edema, keseimbangan antara input dan output

Intervensi:

a. Kaji status cairan dengan menimbang BB perhari, keseimbangan masukan dan haluaran, turgor kulit tanda-tanda vital

b. Batasi masukan cairan

R: Pembatasan cairan akn menentukan BB ideal, haluaran urin, dan respon terhadap terapi

c. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan

R: Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam pembatasan cairan

d. Anjurkan pasien / ajari pasien untuk mencatat penggunaan cairan terutama pemasukan dan haluaran

R: Untuk mengetahui keseimbangan input dan output

 

3. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah

Tujuan: Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat dengan kriteria hasil: menunjukan BB stabil

Intervensi:

a. Awasi konsumsi makanan / cairan

R: Mengidentifikasi kekurangan nutrisi

b. Perhatikan adanya mual dan muntah

R: Gejala yang menyertai akumulasi toksin endogen yang dapat mengubah atau menurunkan pemasukan dan memerlukan intervensi

c. Beikan makanan sedikit tapi sering

R: Porsi lebih kecil dapat meningkatkan masukan makanan

d. Tingkatkan kunjungan oleh orang terdekat selama makan

R: Memberikan pengalihan dan meningkatkan aspek sosial

e. Berikan perawatan mulut sering

R: Menurunkan ketidaknyamanan stomatitis oral dan rasa tak disukai dalam mulut yang dapat mempengaruhi masukan makanan

 

4. Perubahan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi sekunder: kompensasi melalui alkalosis respiratorik

Tujuan: Pola nafas kembali normal / stabil

Intervensi:

a. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya crakles

R: Menyatakan adanya pengumpulan sekret

b. Ajarkan pasien batuk efektif dan nafas dalam

R: Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran O2

c. Atur posisi senyaman mungkin

R: Mencegah terjadinya sesak nafas

d. Batasi untuk beraktivitas

R: Mengurangi beban kerja dan mencegah terjadinya sesak atau hipoksia

 

5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritis

Tujuan: Integritas kulit dapat terjaga dengan kriteria hasil :

- Mempertahankan kulit utuh

- Menunjukan perilaku / teknik untuk mencegah kerusakan kulit

Intervensi:

a. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, turgor, vaskuler, perhatikan kadanya kemerahan

R: Menandakan area sirkulasi buruk atau kerusakan yang dapat menimbulkan pembentukan dekubitus / infeksi.

b. Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa

R: Mendeteksi adanya dehidrasi atau hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan

c. Inspeksi area tergantung terhadap udem

R: Jaringan udem lebih cenderung rusak / robek

d. Ubah posisi sesering mungkin

R: Menurunkan tekanan pada udem , jaringan dengan perfusi buruk untuk menurunkan iskemia

e. Berikan perawatan kulit

R: Mengurangi pengeringan , robekan kulit

f. Pertahankan linen kering

R: Menurunkan iritasi dermal dan risiko kerusakan kulit

g. Anjurkan pasien menggunakan kompres lembab dan dingin untuk memberikan tekanan pada area pruritis

R: Menghilangkan ketidaknyamanan dan menurunkan risiko cedera

h. Anjurkan memakai pakaian katun longgar

R: Mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit

 

6. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat, keletihan

Tujuan: Pasien dapat meningkatkan aktivitas yang dapat ditoleransi

Intervensi:

a. Pantau pasien untuk melakukan aktivitas

b. Kaji fektor yang menyebabkan keletihan

c. Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat

d. Pertahankan status nutrisi yang adekuat

 

7. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan tindakan medis (hemodialisa) b.d salah interpretasi informasi.

a. Kaji ulang penyakit/prognosis dan kemungkinan yang akan dialami.

b. Beri pendidikan kesehatan mengenai pengertian, penyebab, tanda dan gejala CKD serta penatalaksanaannya (tindakan hemodialisa ).

c. Libatkan keluarga dalam memberikan tindakan.

d. Anjurkan keluarga untuk memberikan support system.

e. Evaluasi pasien dan keluarga setelah diberikan penkes.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Carpenito, Lynda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. Jakarta : EGC

 

Doenges E, Marilynn, dkk. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perancanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Edisi 3. Jakarta : EGC

 

Long, B C. (1996). Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan) Jilid 3. Bandung : Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan

 

Price, Sylvia A dan Lorraine M Wilson. (1995). Patofisiologi Konsep Kllinis Proses-proses Penyakit. Edisi 4. Jakarta : EGC

 

Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta :EGC

 

Suyono, Slamet. (2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3. Jilid I II. Jakarta.: Balai Penerbit FKUI

Artikel:

askep ckd stadium 5, analisa data ckd, contoh askep ckd, asuhan keperawatan pada pasien ckd, askep gagal ginjal kronik, pemeriksaan fisik pada pasien ckd, contoh kasus askep ckd, askep ggk dengan hemodialisa, penatalaksanaan medis ckd, woc gagal ginjal kronik, makalah askep ckd, contoh kasus ckd, askep crf, Analisa data ggk, askep pada pasien ckd, penkes ggk, SOAPIE askep GGA, pemeriksaan penunjang ckd, contoh resume hemodialisa, analisa data gagal ginjal kronik, rumus ckd, penkes cairan pada pasien GGK, resume ggk, askep ckd pada anak, askep klien dengan CKD, askep gadar ckd, hubungan penyakit hd pada askep, askep CKD stadium 4, lp ggk pdf, kegawatdaruratan pasien CKD, Format Resume Kasus gagal ginjal dengan pendekat sistem kegawatdaruratan, konsep kegawatdaruratan ckd, ASKEP KASUS CKD Post CAPD, grade gagal ginjal kronik, contoh format pengkajian gagal ginjal kronik, askep crf pdf, penkes ckd, laporan pendahuluan ckd dengan overload, contoh resume ckd, askep nanda nic noc pada pasien ggk dengan hemodialisa, laporan pendahuluan gawat darurat hemodialisa, contoh kasus GGK pada anak, askep ckd lengkap dengan soap, data fokus untuk gangguan perfusi jaringan pada ckd, contoh resume keperawatan gadar, contoh format pengkajian keperawatan medikal bedah ckd, contoh kasus ckd on hd, makalah laporan pendahuluan ckd, diagnosa gagal ginjal kronik doengos, contoh NCP, laporan pendahuluan kegawatdaruratan CKD, penatalaksanaan medis pre dan post HD, pemeriksaan fisik b6 ckd, lp ckd gadar, contoh kasus pemeriksaan gagal ginjal kronik, b6 gagal ginjal kronir, Contoh kasus pada pasien gagal ginjal Gawat Darurat, pemeriksaan fisik CKD, contoh kasus pgk keperawatan, pengkajian ckd, bunyi nafas pada pasien CKD, LAPORAN PENDAHULUAN DAN DIAGNOSA PRE HEMODIALISA, hubungan aktivitas fisik pada pasien ggk diruan HD, askep ckd gadar, kti askep omi, resume keperawatan ckd, resume untuk pasien hemodialisa, kerusakan ibtegritas kulit pada ckd, rumus CCT ginjal, askep ckd lengkap b1 sampai b6, rumus menentukan grade ckd, askep CKD pengkajian-evaluasi, askep ggk pdf, woc batu ginjal menyebabkan ckd, analisa data pada pasien ckd, analisa data askep CKD on HD, laporan pendahuluan CKD gawat darurat, askep pd psn ggk aplikasi nanda, askep lengkap pasien CKD, analisa data dan soap ckd, isi format pengkajian crf, pathway masalah ckd, jalan terjadinya penurunan curah jantung pgk, pathway kelebihan cairan pada SLE, menentukan intervensi implementasi dan evaluasi pada pasien dengan gagal jantung, jurnal keperawatan indonesia tentang makalah uremic syndrome, pathway hipertensi yg menyebabkan ckd, judul kti kmb tentang ggk terhadap tindakan hemodialisa, jurna kti tentang ggk, pathway gagal nafas pada pasien ckd, jurnal gagal jantung disertai asuhan keperawatan, nalisa data ckd, makalah askep analisa data gagal jantung kongestif pdf, kasus askep ckd dengan anemia, makalah lp askep pada pasien dengan ggk, kumpulan analisa data pasien, laporan kasus ckd implementasi, lp CKD yang ada skemanya, laporan kasus overload penyakit ginjal kronik, LAPORAN PENDAHULUAN ASKEP HEMODIALISA, LAPORAN PENGKAJIAN SOAP TENTANG BATU GINJAL, laporan pendahuluan SLE - doengoes, laporan pendahuluan ckd lengkap b1 sampai b6, KTI pada pasien dengang ganguan glumerolu nefritis, lp hemodialisa scribd, jurnal askep anak dengan ggk pdf, makalah jurnal ckd strage v, kelebihan capd, lporan kasus ckd dg diagnosa gangguan perfusi jaringn, lp skema CKD, lp kegawatdaruratan pada kliengk, kti ggk, lp kegawatdaruratan ckd, laporan pendahuluan gawat darurat hipertensi yang menyebabkan CKD, pathway pada pasien crf dan hipertensi, www analisa data glomerulonefritis com, rencana tindakan keperawatan ckd dengan anemia, rencana tindakan CKD, renal failure implementasi dan evaluasi, pola nafas tidak efektif pada pasien ckd, pola input output pasien ckd, pola eliminasi urin pada pasien ckd dengan hemodialisa, pola dasar pasien ckd, pohon masalah proses terjadinya masalah pada hemodialisa, pohon masalah gagal ginjal kronis, pohon masalah asuhan keperawatan tentang alkalosis metaboli, perencanaan keperawatan pada pasien GGK dengan nanda nic noc, perencanaan keperawatan pada CRF, yang dimaksud diagnosa ckd stage 4, resume contoh kasus keperawatan ggk, suara nafas pada pasien ggk, suara nafas pada pasien ckd, Soapier pasien gagal ginjal kronik adalah, soap pasien dengan crf, skripsi CRF, seputar pertanyaan hemodialisa, sap perawatan pasien ckd, rumus stadium gagal ginjal, Rumus CCT untuk penyakit ginjal kronik, rumus CCT dan LFG ginjal, resume keperawatan gagal kronik, resume gagal ginjal, penyakit ginjal kronik grade 2 adalah, penkes untuk pasien gga, penkes untuk pasien dengan gagal ginjal akut, pemeriksaan penunjang lp ckd, pemeriksaan jantung pada pasien CRF, pemeriksaan ggk b1 sampai b6, pemeriksaan fisik pasien dengan ckd, pemeriksaan fisik pasien CKD, pdf laporan pendahuluan askep nic noc gagal ginjal kronik, pdf intervensi nic noc gagal ginjal kronik, patway penurunan kesadaran pada pasien gagal ginjal, patofisiologi sesak nafas pada pasien ckd, patofisiologi hemodialisa, patofisiologi crf adalah, patofisiologi ckd dengan keluhan sesak napas, pemeriksaan persistem pada crf, pemeriksaan persistem pada pasien GGK, penkes post partum bluss, penkes pasien GGA serta CKD, pengkajian pasien gadar ckd overload pdf, pengkajian pasien chf dengan format pengkajian kmb, pengkajian pada askep ckd stage 5, pengkajian keperawatan gawat darurat pasien crf on hd, pengkajian kegawatdaruratan ckd, pengkajian b1-b6 pada klien glomerulonefritis, pengertian hemodialisa menurut brunner & suddarth 2014, penatalaksanaan medis gawat darurat pada peritoneal dialysis, penatalaksanaan keperawatan dan medis ckd adalah, pemfis b1-b6 pada pasien CKD, pathway penyakit ckd, Contoh format resume ckd di hemodialisa, b1-b6 ggk, asuhan keperawatan pada klien ckd yg berhubungan dengan intoleransi aktivitas, asuhan keperawatan nanda nic noc CKD, asuhan keperawatan hemodialisa 2014, asuhan keperawatan gagal ginjal kronik stage 3, asuhan keperawatan gagal ginjal kronik nic noc, asuhan keperawatan alkalosis metaboli, askepkmb 3 ggk, Askepgagal ginjal aplikasi nanda nic noc, askep pgk pengkajian b6, askep pgk pdf, askep pgk, askep pasien dengan ckd kti, B6 gagal ginjal kronik, cct pada gagal ginjal, ckd analisa data, contoh format askep post operatif ggk, contoh format askep gagal jantung, contoh askep PGK metode B6, CONTOH ASKEP LENGKAP CKD, contoh askep klien dgn ckd, contoh askep gagal napas padA pasien ckd dm, contoh askep gagal napas dengan diagnosa medis dm, contoh askep gadar pada pasien CKD, contoh askep gadar ckd, contoh askep dengan diagnosa gangguan eliminasi pada penyakit ckd, contoh askep crf, contoh askep CKD gawat darurat, ckd doenges, askep lengkap pada pasien, askep KMB PPOK disertai WOC, askep crf diagnosa sesak, askep CKD pemeriksaan B 1 sampai B6, askep ckd nanda nic noc, askep ckd menurut nic noc, askep ckd grade 4, askep CKD dengan anemia, askep asuhan keperawatan ckd analisa data, askep anak ckd, artikel patofisiologi ckd, analisis data askep CKD, analisa kasus gga dan ggk, analisa data pada pasien ckd on hd, analisa data ckd on hd, askep crf pemeriksaan persistem, askep ESRD dengan penurunan kesadaran, askep gagal ginjal kronik pdf, askep kmb pasien ckd, askep keperawatan gawat darurat pada pasien dengan diagnosa medis peritoneal dialisis, Askep kasus klien penyakit CKD, Askep kasus ESRD, askep kasus ckd POST CAPD dengan diagnosa keperawatan nyeri, askep ggk pengkajian b6, askep ggk menggunakan nic noc, askep ggk b1-b6, askep gerontik dengan gangguan perfusi jaringan renal, askep gerontik dengan diagnosa gangguan perfusi jaringan renall, askep gawatdarurat ggk, askep gawat darurat ckd stage 5, askep gagal ginjal kronik scribd, 5 grade gagal ginjal, intervensi resti penurunan curah jantung, gagal ginjal kronik, gadar ckd, Format pengkajian pasien CKD dengan gejala hipertensi, format pengkajian pasien ckd, Format pengkajian pada pasien ckd, Format pengkajian keperawatan medikal badah pada kasus ckd, Format pengkajian ckd, Etiologi perubahan perfusi jaringan ckd, etiologi pada masalah gangguan eliminasi pada penderita crf, diagnosa tentang GGK, diagnosa pola nafas tidak efektif pada ckd, diagnosa nyeri pada CKD, diagnosa keperawatan uremik ckd stage 5 overload, gangguan perfusi jaringan pada ginjal, gawat darurat CKD, grade pada GGK, intervensi pola nafas tidak efektif pada CKD, intervensi pada askep ckd, intervensi nyeri pada kasus hemodialisa, intervensi nic noc gagal ginjal kronik, intervensi keperawatan gagal ginjal kronik, intervensi gangguan perfusi jaringan GGK, intervensi gangguan eliminasi urin pada ckd, intervensi edema pada penderita crf, Intervensi ckd menurut dungues, implementasi soap gangguan pola nafas inefektif, implementasi dan evaluasi pasien ckd, impelementasi resume hemodialisa, hubungan sesak napas dengan CKD, diagnosa keperawatan px ggk, diagnosa keperawatan pola napas pada pasien GGK, contoh laporan resume pasien anemia, contoh laporan pendahuluan anemia pdf, contoh laporan kasus stase gawat darurat, contoh laporan kasus pasien ckd, contoh laporan kasus ggk dengan hd, contoh laporan kasus gagal ginjal, Contoh laporan kasus CKD dengan overload, contoh kasus soap gagal ginjal, contoh kasus pgk, contoh kasus ncp dan implementasi, contoh kasus gagal ginjal pada pasien gawat darurat, contoh jurnal keperawatan tentang gagal ginja, contoh intervensi pada penderita sesak nafas, contoh lp crf, contoh makalah askep CKD, contoh patofisiologi dan pohon masalah penyakit dm, diagnosa keperawatan intoleran aktivitas pada pasien ckd, diagnosa keperawatan CKD stage 5, diagnosa kep pd psn ckd versi nanda terbaru, diagnosa intoleransi aktivitas pada klien ckd dengan anemia, diagnosa askep ckd nanda, data objektif untuk intoleransi aktivitas CKD, data fokus pada pasien ckd, contoh soap pada pasien GGK, contoh resume pasien hemodialisa, contoh resume jurnal keperawatan, contoh resum pasien CKD dengan hipertensi, contoh resum igd pada pasien chf, contoh patofisiologi di KMB, contoh intervensi keperawatan penyakit ggk
 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Online Visitor