ANALISIS MASALAH KESEHATAN | Kumpulan Asuhan Keperawatan

ANALISIS MASALAH KESEHATAN

August 8th, 2010 0 Comments

header12

header12

header12

PREVIEW VIDEO ISI DVD KEPERAWATAN

header12

header12

header12

ANALISIS MASALAH KESEHATAN: “

ANALISIS MASALAH KESEHATAN 1. Tentukan masalah kesehatan yang akan dipecahkan? 50% ibu hamil anemia di Kecamatan B 2. Tentukan penyebab masalah (yang bukan perilaku) Kurangnya zat besi (defisiensi Fe) 3. Tentukan sifat masalah : a. Beratnya : 50 dari 100 ibu hamil sebagian ibu hamil di kecamatan B mengalami Anemia atau kekurangan zat besi (Fe). Anemia dapat menimbulkan menurunnya asupan oksigen sehingga dapat membahayakan karena dapat menyebabkab keterhambatan pertumbuhan janin dalam kandungan bahkan dapat pula berahir dengan kematian janin ataupun pada ibu hamil yang mengalami anemia. b. Luasnya : Kelompok yang rentan terkena anemia defisienmsi Fe adalah ibu hamil. Ibu menyusui, wanita usia subur yang mengalami menstruasi dan bayi / balita. c. Bermusim atau yang lain : Pada ibu hamil di usia kehamilan 32 sampai 34 minggu adalah puncaknya terjadi pengenceran (hemodilusi) dengan peningkatan volume 30% – 40% sehingga relatif terjadi anemia pada kehamilan. Pada wanita hamil kebutuhan akan zat besi meningkat sehingga perlu pemberian prefarat Fe, Anemia dapat terjadi pada ibu hamil yang tidak mendapatkan atau tidak mengkonsumsi tambahan zat besi yang cukup. 4. Tentukan epidemilogi masalah : Pada ibu hamil kebutuhan akan zat besi (Fe) meningkat, jika kebutuhan Fe ini tidak terpenuhi dengan pemberian atau konsumsi preforat Fe dan gizi yang seimbang maka ibu hamil tersebut akan mengalami anemia yang akan memperburuk kondisi kesehatan dirinya dan janin yang berada didalam kandungannya. Ibu hamil yang mengalami anemia pada proses persalinan juga akan lebih beresiko tinggi terhadap terjadinya perdarahan pasca melahirkan. ANALISIS MASALAH PERILAKU 1. Tentukan perilaku ideal (dijabarkan dalam tindakan-tindakan spesifikasi dan jelas) Ibu hamil hendaknya – Melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin ke tempat pelayanan kesehatan sesuai anjuran agar mendapatkan informasi yang cukup tentang masalah yang dapat timbul pada masa kehamilan dan memperoleh preforat zat besi yang cukup – Ibu hamil hendaknya mendapatkan dukungan sosial dalam masa kehamilan termasuk mengontrol ibu hamil untuk mengkonsumsi zat besi atau tablet tambah darah yang diberikan oleh tenaga kesehatan – Mengkonsumsi prefarat zat besi yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran dan ikan 2. Tentukan perilaku sekarang (dijabarkan dalam tindakan-tindakan yang spesifik dan jelas) – Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan bila mengalami keluhan saja bila tidak mengalami keluhan kehamilan dianggap hal yang biasa- biasa saja yang tidak perlu perhatian khusus – Ibu hamil yang sudah memeriksakan kehamilan sesuai anjuran dari tenaga kesehatan dan telah mendapatkan prefarat zat besi tetapi tidak diminum – Rasa takut terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan karena trauma masa lalu – Jauhnya jarak yang harus ditempuh ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan 3. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku ideal : Antara lain : • Dampak terhadap masalah kesehatan • Hasil dari melakukan perilaku • PErasaan (emotion) yang timbul • Ongkos dari perilaku (ekonomi maupun sosial) • Dukungan sosial • Harga diri • Keterampilan yang dibutuhkan • Kepercayaan diri yang diperlukan • Perilaku yang bertentangan • Perilaku lain yang serupa • Frekuensinya • Lamanya • Pengalaman mengenai pengalaman kesehatan • Pengetahuan Rumusan – Kurangnya dukungan sosial pada ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan teratur sesuai anjuran dari tenaga kesehatanANC – Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang dampak yang dapat ditimbulkan akibat kurang darah atau Anemia – Jauhnya jarak tempat mendapatkan pelayanan kasehatan sehingga memerlukan ongkos atau biaya dan waktu yang tidak sedikit untuk mencapainya. – Masih adanya anggapan masyarakat bahwa tenaga kesehatan selalu mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang membahayakan nyawa ibu hamil atau melahirkan, sedangkan dukun atau paraji tidak seperti itu – Kurang percayanya (rasa ragu) masyarakat kepada pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan. 4. Analisis untung rugi (dari persepsi sasaran) misalnya : Rugi : Ekonomis (waktu, ongkos, pelayanan, peralatan) yang harus dikorbankan untuk mendapatkan pelayanan pemerikaan kehamilan dan mendapatkan tablet tambah darah Sosial adanya perasaan takut, malu, dan masih adanya anggapan bahwa tenaga kesehatan kesehatan hanya melayani orang yang berkelas sosial menengah keatas. Untung : Ekonomi : Tablet tambah darah (zat besi) dapat diperoleh ditempat pelayanan kesehatan dengan harga murah dan bahkan gratis Sosial : Dapat memperoleh informasi tentang masalah yang dapat saja terjadi pada ibu yang sedang hamil termasuk bahaya anemia dan masalah kesehatan lainnya dari tenaga kesehatan Terciptanya hubungan yang baik dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang sesungguhnya tidak menakutkan ataupun membahayakan tapi justru sebalikya yaitu pelayanan yang aman dan nyaman. 5. Analisis faktor-faktor yang melatarbelakangi perilaku : Kurangnya dukungan sosial kepada ibu hamil untuk mendapatkan dan mengkonsumsi tablet penambah darah melalui pemeriksaan kehamilan secara teratur ke tempat pelayanan kesehatan Banyaknya biaya atau ongkos dan waktu yang dikorbankan untuk mencapai pelayanan kesehatan Kurangnya pengetahuan atau infomasi yang didapatkan ibu hamil tentang bahaya yang dapat timbul akibat anemia dalam kehamilan 6. Analisis tahap-tahap adopsi perilaku (sasaran sudah ditingkat mana) Rumusan : Sasaran (ibu Hamil) berada pada tahap mempertimbangkan (contempcation) 7. Skala analisis perilaku : a. Dampak Anemia dapat berdampak buruk terhadap ibu dan janin yakni terhambatnya pertumbuhan janin bahkan dapat juga berahir pada kematian janin ataupun ibu hamil yang mengalami anemia b. Cost Biaya dan waktu yang harus dikorbankan tidak seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari kunjungan ibu hamil ketempat pelayanan kesehatan 8. Tentukan perilaku yang diharapkan? (Feasible) dijabarkan dalam tindakan-tindakan yang spesifik dan jelas. – Angka kejadian Anemia pada ibu hamil turun menjadi 10 % dengan pemenuhan kebutuhan zat besi atau tablet tambah darah pada ibu hamii dan pemenuhan gizi seimbang. 9. Analisis  Yang diperlukan untuk perilaku yang diharapkan  Yang dapat dimanfaatkan untuk perilaku yang diharapkan. a) Dari pemerintah – Adanya kebijakan dari pemerintah dalam usaha menurunkan angka kejadian Anemia pada ibu hamil berupa peraturan dan Anggaran Dana bagi pemenuhan kebutuhan tablet Fe berupa penberian tablet Fe gratis dan Gizi yang seimbang dengan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil di kabupaten B b) Dari lembaga swadaya masyarakat Dukungan sosial dan moral dari Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) untuk mengurangi angka kejadian Anemia pada ibu hamil di kabupaten B. Seperti : Pendataan jumlah ibu hamil dan pemantauan kunjungan rutin yang teratur ketempat pelayanan kesehatan serta kecukupan gizinya c) Dari Masyarakat – Keluarga dan suami turut berperan dalam membantu dan memantau ibu hamil agar tetap selalu menkonsumsi Fe (Zat Besi) yan didapatkan dari tenaga kesehatan secara rutin – Toma / Toga → memberikan motivasi pada ibu hamil dan keluarganya agar terhindar dari masalah gizi dan Anemia. d) Lain-lain – Tenaga kesehatan memberikan KIE pada ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. – Mengatasi masalah yang mungkin dapat timbul akibat Anemia pada ibu hamil. 10. Tentukan pokok-pokok strategi perubahan perilaku untuk mencapai perilaku yang diharapkan – Menurunkan Angka kejadian Anemia pada ibu hamil, dalam waktu yang singkat dan dengan biaya yang tersedia – Meningkatkan dukungan sosial dan keluarga agar berperan serta dalam menurunkanangka kejadian anemia pada ibu hamil disekitar tempat tinggal mereka. – Meningkatkan kesadaran dan pengetauhan ibu hamil dan masyarakat mengenai Anemia serta dampak yang ditimbulkan karena Anemia pada kehamilan MENETAPKAN SASARAN 1. Sasaran primer (yang terkena masalah dan/atau memperoleh manfaat yang paling besar) dengan segmen-segmen yang spesifik dan jelas. a. Berdasar kategori umur adalah → Wanita usia subur (WUS) khususnya ibu yang sedang hamil b. Berdasarkan tahap perkembangan produksi → Ibu Hamil yaitu ibu yang sedang dalam masa kehamilan sejak diketahiu hamil sedini mungkin c. Berdasarkan Geografi → Masyarakat pedesaan yang jauh dari jangkauan tenaga kesehatan ataupun pelayanan kesehatan 2. Sasaran sekunder (yang berpengaruh langsung atau disegani oleh saasran primer) dengan segmen-segmen yang spesifik dan jelas. a) * Kepala Keluarga atau suami dari ibu yang sedang hamil * Keluarga yang berpengaruh atau busa mengambil keputusan terhadap kehamilan siibu hanil tersebut b) * Petugas kesehatan yang bisa memberi pengaruh kepada ibu hamil dan keluarganya * Toma / toga yang berpenagruh dalam pengambilan keputusan bagi warga disekitarnya c) * Pemuka masyarakat yang berpengaruh kepada ibu hamil dan keluarganya MENETAPKAN PESAN POKOK 1. Tujuan yang diharapkan – Menurunnya angka kejadian Anemia pada ibu hamil sampai dengan 70 % di kecamatan B. 2. Prilaku yang diharapkan – Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilannya secara teratur sehingga terhindar dari kejadian anemia. 3. Keuntungan bagi sasaran – ibu hamil terbebas / terhindar dari kejadian Anemia yang dapat membahayakan / mengancam kesehatan ibu dan janin yang berada dalam kandungannya 4. Alasannya Karena Anemia dapat menyebabkan kematian baik bagi ibu ataupun bayi / janin. 5. Contoh Pesan Pokok -“ Tablet tambah darah membebaskan anda dari anemia” -“ Dapatkan tablet tambah darah di posyandu atau puskesmas terdekat”

http://askep-askeb-kita.blogspot.com/

 

Suka artikel ini, Bagikan dengan teman-teman kamu!

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
   
 photo banner300x250.gif
 photo rambutsambungcom300X250.gif

Archives

Categories

Dilihat Terakhir:

Online Visitor